Overview Air Tanah di Desa Wringinputih
Berdasarkan Peta Hidrogeologi Indonesia berskala 1:2.500.000 yang dibuat oleh Soekardi Iksan, 1983, Banyuwangi merupakan daerah yang memiliki potensial/prospek air tanah yang tinggi. Prospek air tanah yang tinggi ini disebabkan oleh banyak faktor mulai dari: kondisi geologi (batuan), curah hujan, geomorfologi (bentuk lahan permukaan), struktur geologi, dll. Khusus untuk Kecamatan Muncar khususnya pada Desa Wringinputih sendiri, faktor yang paling utama air tanah memiliki prospek yang tinggi adalah karena kondisi geologi dan geomorfologinya
Berdasarkan Peta Geologi yang dibuat oleh Sidarto dan Sudana, 1993, Wringinputih tersusun atas 2 formasi berumur kuarter: Formasi Kalibaru dan Endapan Aluvium. Fornasi Kalibaru diduga berumur Pleistosen (±2.5 juta tahun yang lalu) yang tersusun oleh Breksi Lahar, Konglomerat, Batupasir tufan, dan tuf. Untuk, Endapan Aluvium diduga berumur holosen (saat ini) sehingga proses sedimentasi masih sedang berlangsung dan tersusun oleh kerakal, pasir, lanau, dan lempung. Berdasarkan interpretasi, jenis batuan yang menyusun daerah ini diduga mampu sebagai wadah dalam menyimpan air tanah.
Selain itu, dari segi geomorfologi (bentuk lahan permukaan) Desa Wringinputih berada pada daerah yang paling jauh dari puncak gunung yang umumnya disebut Fasies Distal. Fasies ini diperkenalkan oleh Bogie & Mackenzie, 1998.
Kotak merah pada gambar di atas merepresentasikan posisi Desa Wringinputih. Umumnya daerah pada Fasies Distal ini memiliki potensi air tanah yang tinggi dikarenakan air tanah akan cenderung mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah sehingga daerah ini menjadi tempat berkumpulnya dan melimpah oleh air tanah.
Terdapat kurang lebih 32 sumur air tanah yang diamati di Desa Wringinputih dan masing-masing sumur ini dilakukan pengukuran fisik (kedalaman, ketebalan air, dan lain-lain) dan pengukuran kimia (kualitas air sumur). Alat yang dibutuhkan pada pengukuran fisik berupa meteran gulung sebagai alat membantu pengukuran dan paku sebagai penanda dasar/batas kedalaman dari sumur yang diukur. Untuk pengukuran kimia, alat yang dibutuhkan adalah water test kit sebagai alat ukur dan mengetahui kadar pH, Total Dissolved Solid (TDS), Daya Hantar Listrik (DHL), dan temperatur dari air sumur.
Setelah dilakukan pengukuran, Masing-masing sumur ini memiliki spesifikasi fisik maupun kualitas air tanah tertentu. Hasil pengukuran yang lebih jelas dapat dilihat pada gambar di atas ini.
