Terletak di Dusun Tegalpare, Desa Wringinputih, Taman Kili‑Kili hadir sebagai destinasi ekowisata yang sarat makna. Dahulu kawasan ini merupakan tambak peninggalan zaman penjajahan Jepang hingga tahun 1980-an. Namun berkat upaya komunitas lokal sejak awal 2000‑an, area ini disulap menjadi taman konservasi mangrove yang kini menjadi kebanggaan Banyuwangi. Nama “Kili‑Kili” pun diambil dari jejak sejarah perusahaan tambak yang pernah berdiri di sini, menjadikannya simbol transformasi dari masa lalu menuju harapan baru.
Daya tarik utama Taman Kili‑Kili adalah menara pantau yang menjulang tinggi, menghadirkan panorama luar biasa Teluk Pangpang. Dari atas menara, mata Anda akan dimanjakan dengan hamparan hijau hutan mangrove, luasnya laut biru, hingga keindahan Tanjung Sembulungan yang mempesona. Suasana ini menghadirkan ketenangan sekaligus pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Tak hanya pemandangannya yang indah, Taman Kili‑Kili juga menyimpan kekayaan ekosistem luar biasa. Lima jenis mangrove utama tumbuh subur di sini—Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, Ceriops tagal, dan Excoecaria agallocha—yang menjadi rumah bagi berbagai satwa, termasuk burung-burung lokal dan migran yang sering singgah. Pemandangan kawanan burung yang beterbangan di langit senja menjadi momen yang sulit dilupakan, terutama bagi pecinta alam dan fotografi.
Untuk ke lokasi ini, dapat menggunakan koordinat berikut.
Untuk menambah referensi, dapat melihat gambar berikut.




